1. Teringat dosa - dosa terhadap beliau, pembangkangan ku.. rasa gengsi ku untuk bilang 'aku sangat mencintai & menyayanginya', pertengkaranku dengan Bapa yang dipicu oleh ketisakterimaanku atas kata2 Bapa sama Mamah waktu itu..
2. Teringat bagaimana beliau menghasapi kesakitan dari penyakit yang dideritanya,
3. Teringat percakapan kami saat beliau Tak mau mengikuti proses cuci darah, ' Bapa gak Akan sanggup, terlentang lama saja Sudah Tak sanggup.. apaalagi kalau harus sambil dipasang alat sana-sini untuk cuci darah' kemusian Saya bilang, 'gak apa-apa atuh Pak.. dicoba aja.. ikhtiar biar bisa cepet sembuh..' Bapa menolak lagi.. 'ahh gak mau Bapa mAh..gak Akan sanggup.. biarin aja.. da umur mahh Ada batasnya.. Ada akhirnya' saat itu..sekuat tenaga Aku mencoba menahan air mata yang seperti ingin berlarian menjatuhi pipi.. dada Terrasa sakit sekali.. Bapa Sudah menyerah.. :'(
4. Teringat kesalahan tetbesarku saat memisahkannya dengan cucu perempuan kesayangan nya, anakku Sky, karena kami pinsah kota.. dengan alaasan ku yg mungkin sangat egois & sombong.
Yaa Allah, semoga Bapa memaafkanku Dan Engkau mengampuni dosa2 ku.. :(
No comments:
Post a Comment