Tuesday, December 6, 2016

Yang Tak Mereda

Salam hangat nan mesra
Dari secangkir kopi pahit tanpa gula
Dengan bayangan dia yang tetap di kepala

Mari rayakan indahnya kata-kata
Dengan barisan puisi penuh makna
Tentang hikayat cinta yang tak mereda
Hanya untuk dia yang telah berdua

Dan aku bisa apa?
Tak ada! Hanya tetap merana
Merana dengan sisasisa cinta yang ada
Yang kini sudah tak berguna

Ahh, apalah dia
Apalah cinta
Tak ada yang fana
Sudah harus ku lupakan dia.

Bye, Kim

Kim, tell me this is just a dream
To me this reality is so dim
Where love is no longer our theme
And separation is the only thing that it seemed

Me and him
Were a good a team
As good as in film
But today love is no longer the theme.

Bye, Kim.

Saturday, December 3, 2016

Hujan Ini Punya Mu


Gemericik hujan sore ini punya kamu,
Kenapa punya kamu?!
Karena tiap tetes nya mengandung pilu,
Pilu atas semua luka yang membiru,
Biru karena tak mampu memiliki mu,

Memiliki mu selalu menjadi tujuan ku sejak dulu,
Tapi ragu dan malu membuat ku jadi bisu,
Pun patriarki yang mengakar memenjarakan ku
Hingga tak mampu ku ungkap semua pada mu

Jika saja aku tak lupa membaca Simone de Bouvoir tentu kita sudah bersatu,
Dan tak perlu ku pendam rindu melulu...

Ahh aku..apalah aku pada mu.. Kamu padaku..
Kita hanya masa lalu!

Saturday, November 19, 2016

Patah terbelah pasrah

Pagi itu, seperti ratusan bahkan ribuan pagi sebelumnya
Daun itu hanya mampu bolak-balik berterbangan diombang-ambing angin di antara dua merpati yang bertengger berjauhan.     
Ingin sekali Ia menyampaikan kerinduan yang amat dalam yang juga tak mampu disuarakan sahabatnya, angin. Ia hanya mampu gelisah tak tentu arah hingga akhirnya tua, menguning dan mati. Merpati itu pun pergi berlawanan arah dengan langkah goyah membelah angkasa yang kian memerah ulah matahari yang marah.                                                       Rindunya? Perlahan patah terbelah pasrah...                                                    Wednesday, 03: 40. April, 27, 2016

Begitulah, bersastralah...

Bagi yang tidak mencintai sastra:

Menulis puisi akan terrasa sangat menggelikan

Menulis cerita pengalaman sehari-hari akan terrasa sangat konyol

Menulis kata-kata mutiara akan terrasa sangat buang-buang waktu

Mengutip quotes dari seorang tokoh akan terrasa sangat tak berguna

Mengutip sebaris puisi sastrawan akan terrasa sangat berlebihan

Mengutip penggalan novel seorang penulis akan terrasa sangat bodoh.

Begitulah.

Monday, November 14, 2016

Great great

Life is great, I have to thank for the air I breath
Life is great, I have to cherish every momment with my family