Salam hangat nan mesra
Dari secangkir kopi pahit tanpa gula
Dengan bayangan dia yang tetap di kepala
Mari rayakan indahnya kata-kata
Dengan barisan puisi penuh makna
Tentang hikayat cinta yang tak mereda
Hanya untuk dia yang telah berdua
Dan aku bisa apa?
Tak ada! Hanya tetap merana
Merana dengan sisasisa cinta yang ada
Yang kini sudah tak berguna
Ahh, apalah dia
Apalah cinta
Tak ada yang fana
Sudah harus ku lupakan dia.